Tahta Hatiku

Tahta Hatiku

  • WpView
    Reads 701
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 28, 2026
Sebuah cinta yang tumbuh dalam diam, diuji dalam penantian, dan disucikan dalam doa. Haura Maheerah Althafiya, seorang staf rekrutmen baru di sebuah rumah sakit swasta, tidak pernah menyangka bahwa hari pertamanya bekerja akan membawanya bertemu kembali dengan sosok yang diam-diam pernah ia kagumi sejak masa kuliah: Sayyid Rayyan Alfarez. Dahulu hanya sekilas tatapan dari jauh, kini pria itu hadir nyata-berdiri tidak jauh darinya sebagai rekan kerja satu direktorat. Rayyan bukan pria biasa. Ia seorang Sayyid, keturunan Rasulullah, yang pernah menjalin hubungan dengan perempuan yang dianggap sepadan secara garis keturunan. Sementara Haura? Ia hanya perempuan biasa yang menjaga perasaannya rapat-rapat. Tak pernah berharap, apalagi bermimpi terlalu tinggi. Tapi ketika garis takdir mulai mempertemukan mereka lebih sering dari yang bisa dijelaskan logika-di balik kaca kantor, di kajian malam, di sela doa yang tak pernah putus-Haura mulai bertanya pada dirinya sendiri : Apakah perasaan yang terjaga rapi ini... benar-benar hanya untuk diam? Ketika cinta Haura mulai tumbuh bersama keikhlasan, dan Rayyan mulai meraba ruang yang selama ini ia abaikan, keduanya harus memilih: Menyerah pada keraguan, atau melangkah dengan keyakinan. "Karena cinta yang paling suci bukan yang paling keras disuarakan... tapi yang paling tenang dijaga, hingga Tuhan sendiri yang mempertemukannya."
All Rights Reserved
#555
cintadalamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines