Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Namanya Nara

Namanya Nara

  • WpView
    Leituras 41
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, jul 4, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
Aku pernah menulis namanya. Diam-diam. Di halaman paling belakang, pojok kiri bawah, pakai pulpen yang tintanya hampir habis. Bukan karena aku yakin aku menyukainya, tapi karena aku takut... aku bisa lupa kalau pernah memikirkannya sekuat itu. Hujan turun pelan-pelan. Membasahi atap seng di luar jendela kelas. Satu per satu siswa pergi, meninggalkan bangku, papan tulis, dan suara-suara yang berangsur hilang. Aku masih duduk di tempatku, diam, dengan buku catatan terbuka. Hari itu aku tidak berniat menulis apa pun. Tapi entah kenapa, jari-jariku tetap mencari pulpen. Seperti refleks. Mungkin bukan karena ada yang ingin kutulis-tapi karena ada yang tak ingin kulupakan. Nama itu, lagi-lagi muncul. Nara. Aku menulisnya dengan huruf kecil semua. Biar gak terlalu kelihatan penting. Tapi nyatanya... aku ulangi terus. Sama seperti malam-malam sebelumnya. Aku tidak tahu kenapa. Aku bahkan tidak kenal dia. Tapi rasanya... aku takut lupa. Lalu aku pergi sebentar. Hanya ke toilet. Meninggalkan buku itu terbuka. Dan ketika aku kembali-di sana, di bawah tulisanku yang tadi, ada satu kalimat asing. Tulisannya bukan milikku. > "Kalau kamu takut dilupain, jangan nulis di tempat yang bisa hilang." Tanganku langsung gemetar. Siapa yang nulis ini? Aku melihat sekeliling. Tak ada siapa-siapa. Hanya satu orang di ujung bangku panjang dekat jendela. Seorang cowok... duduk tenang. Menunduk, menulis sesuatu di sobekan kertas. Matanya tidak melihat ke arahku. Tapi saat aku berdiri dan menatapnya, dia cuma bicara pelan: > "Maaf. Kebiasaan jelek. Aku suka jawab tulisan orang." Namanya Nara. Dan sejak hari itu, aku tahu... tulisan bisa lebih berbahaya dari suara. --- > 📌 "Beberapa orang datang dengan suara. Tapi yang bikin aku jatuh... datang dengan tulisan."
Todos os Direitos Reservados
#108
cintadiamdiam
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Tania Ivana Prameswari sudah punya segalanya: followers jutaan, endorsement melimpah, dan wajah viral di TikTok. Tapi sayangnya, satu hal yang belum bisa dia "beli" dengan popularitasnya adalah ... ACC dari Elio Pradipta Komara, dosen killer dengan wajah rupawan dan mulut sepedas cabe rawit. Mahasiswa fakultas hukum menyebutnya Mr. Komrad, bukan karena dia ramah, tapi karena gayanya yang otoriter, dingin, dan katanya ... hatinya sudah dicabut negara. Sialnya, Tania harus menyelesaikan skripsinya di bawah pengawasan Elio, sang algojo akademik. Tiap halaman direvisi, tiap argumen dicabik, tiap senyumnya dibalas datar. Tapi Tania bukan selebgram sembarangan, dia sudah bertekad lulus tahun ini, walau harus pasang infus atau jual semua skincare. Namun segalanya berubah ... saat Tania terjebak di dalam lift bersama Mr. Komrad. Yang ada hanya dua manusia dengan ego besar, tensi tinggi, dan... satu rahasia kecil yang bisa mengubah segalanya. Apakah Tania akan tetap membenci Mr. Komrad? Atau justru mulai melihat sisi lain dari dosen paling menyeramkan se-fakultas hukum?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo