Hearts on the Line

Hearts on the Line

  • WpView
    Leituras 5,295
  • WpVote
    Votos 859
  • WpPart
    Capítulos 17
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jan 13, 2026
💔🎯 Hearts on the Line - When A Bet Becomes An Obsession Bae Irene. Manja, cantik, cerdas, playgirl kampus yang selalu menang - punya mantan sekelas Park Bogum aja bukan masalah. Kang Seulgi. Dingin, nyaris tanpa ekspresi, jomblo abadi yang lebih cinta seninya daripada drama percintaan. Bagi Seulgi, cinta cuma bikin ribet - dan dia nggak punya waktu buat itu. Sampai satu taruhan iseng di kafe kampus: "Kalau jago, taklukin Kang Seulgi deh." Awalnya hanya permainan. Tapi semakin dekat, semakin bahaya. Karena di balik dinding es Seulgi, Irene justru menemukan luka yang nggak pernah dia sangka - dan perasaan yang perlahan berubah jadi candu. Kalau hati dipertaruhkan, siapa yang akan kalah lebih dulu? Dia yang dingin seperti salju - atau dia yang membakar segalanya? Hearts on the line. Pride on the edge. Bet wisely... or lose it all.
Todos os Direitos Reservados
#73
aseul
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo