"Pak, saya boleh kasih hadiah untuk Bapak?" tanya Ruci pelan. "Karena berkat Bapak, bab 3 saya bisa selesai lebih cepat dibanding mahasiswa lain." Suara gadis itu terdengar jelas di tengah ruangan dosen yang telah sunyi. "Hadiah apa itu?" "Ini..." gumam Ruci pelan. Kakinya terangkat perlahan, menyentuh area paha pria itu sebelum mengelusnya samar dari balik pakaian. ... Awalnya semua itu hanya permainan yang ia buat sendiri, sebagai distraksi dan bukti bahwa ia masih punya kendali atas tubuhnya sendiri. Tapi semuanya berubah saat pria itu benar-benar jatuh cinta, sementara Ruci memilih tetap tak peduli. Sebab bagi seseorang yang tumbuh bersama kehancuran, dicintai terasa lebih menakutkan daripada disakiti.
More details