Kursi Taman dan Flamboyan

Kursi Taman dan Flamboyan

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 26, 2025
Zivanna Erzia tidak sedang mencari siapa pun. Setiap Kamis sore, ia hanya datang ke taman itu-duduk di bawah pohon Flamboyan, menggambar wajah-wajah yang tak lagi bisa ia temui. Ibunya, teman kecil, dan seseorang yang pernah mengisi hatinya. Semuanya tinggal dalam arang dan diam. Hingga suatu hari, seorang gadis ceria mengusik kesunyiannya dan tak lama kemudian, seorang pria muncul-diam-diam, tanpa nama, tapi terus hadir dalam sketsa-sketsa Ziva yang bahkan tidak pernah ia sengaja gambar. Matanya asing, tapi terasa akrab. Senyumnya samar, tapi terasa seperti ingatan yang terkunci. Siapa dia? Dan mengapa sejak ia datang, Ziva merasa seolah hidupnya sedang ditulis ulang dari halaman yang tak ia ingat pernah tulis? Taman itu menyimpan lebih dari sekadar kenangan. Dan Ziva mungkin telah menggambar sesuatu yang seharusnya tidak dibangunkan.
All Rights Reserved
#572
psychological
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • My Perfect Model ( Republish )
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Fraktal Rahasia (Selesai)

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines