BANDUNG LOVE STORY (ON GOING)

BANDUNG LOVE STORY (ON GOING)

  • WpView
    Reads 3,560
  • WpVote
    Votes 1,173
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 30, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
-Tentang Bandung, dan kisah cinta di dalam nya. **** Seseorang pernah berkata, bahwa bawalah luka mu ke Bandung, dan biarlah Bandung yang mengobati nya, tetapi jangan pernah jatuh cinta pada Bandung, karena saat kamu jatuh cinta, maka kamu akan jatuh sejatuh-jatuhnya. Setelah mendapatkan banyak luka di kota kelahiran nya, Ayunda Gistara Atmaja memilih meninggalkan kota kelahiran nya. Agar bayang-bayang luka itu bisa hilang dari benaknya. Saat pertama kali menginjakkan kaki ke kota yang sering dijuluki sebagai kota kembang, Ayunda telah jatuh cinta pada keindahan Bandung. Serta kepindahan Ayunda ke Bandung membuatnya bertemu dengan sosok laki-laki pemilik mata tajam bak elang. Alastar Nathan Adhiyaksa. Laki-laki tampan yang pada akhirnya membuat Ayunda jatuh dalam pesonanya. Kira-kira bagaimana kelanjutan nya? ayo baca❤️ Sebelumnya jangan lupa untuk follow akun aku, agar selalu dapat informasi, terima kasih.
All Rights Reserved
#144
cinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Under The Authority Of Senopati
  • Night Calls
  • Círculo del Destino
  • A Matchmaker's Quest [END]
  • Clause of Us
  • Mas Bupati
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines