KAWASUMI (END)

KAWASUMI (END)

  • WpView
    Reads 5,037
  • WpVote
    Votes 670
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 14, 2025
Di dunia yang tak pernah berhenti berputar, orang-orang tumbuh, berubah dan jatuh cinta kadang dengan cara yang mereka pahami, kadang dengan cara yang tidak bisa mereka jelaskan. Bagi Kawaki hidup adalah tentang bertahan. Tentang tidak membebani siapa pun dan tidak membiarkan siapa pun masuk terlalu dalam. Ia tumbuh dalam keheningan, menyimpan luka lama dan menolak kata "kedekatan" seolah itu sesuatu yang berbahaya. Lalu ada Sumire. Gadis tenang dengan mata selembut musim gugur. Ia terbiasa menyembunyikan perasaannya di balik senyum, mencintai diam-diam dan merawat luka sendiri tanpa meminta siapa pun untuk tinggal. Mereka tidak saling mencari. Namun suatu hari, ketika dunia memberikan panggung untuk cinta yang tak terbalas dan hati yang selama ini diam mulai berguncang. Dua jiwa yang terluka itu saling menemukan satu sama lain. Bukan lewat pengakuan besar. Tapi lewat kebetulan kecil, pelukan yang jujur dan kalimat-kalimat pelan yang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang pernah kehilangan harapan tapi tetap ingin merasakan hangatnya dipahami. Dan dari situlah semuanya dimulai. ---- Seluruh karakter adalah milik Masashi Kishimoto!! Selamat menikmati
All Rights Reserved
#8
borutotwobluevortex
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines