Semua orang memaafkannya--mereka bilang peristiwa itu telah berlalu, itu bukan kesalahannya. Ironinya keadaan seperti itulah yang justru membuatnya sadar bahwa hidupnya tak cukup layak untuk dijalani demi mendengar omong kosong dibalutkan penenang semacam itu.
Suami, istri, dan seorang putra kecil. Semulanya tembok itu berdiri kokoh sampai terdapat satu kesalahan fatal yang justru berasal dari si pembangun benteng aman itu sendiri. Runtuh dalam satu tepukan, puing-puingnya masih membekas terlalu kuat.
Permaafan yang benar, dari dirinya sendiri. Apa ia bisa merasakan itu suatu saat?
Todos los derechos reservados