ANOTHER

ANOTHER

  • WpView
    Reads 420
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2015
Anak itu masih saja menangis, suasana gelap dan sunyinya malam tak urung menjadi pemicu tangisannya. Kenapa, dan bagaimana dia bisa menangis sesedih ini? Tapi, hal yang tak terduga pun terjadi, seorang anak muncul dibalik kaca yang tepat berada di depan anak yang menangis tadi. Dan anehnya wajah anak dibalik kaca itu, sama seperti wajah anak yang sedang menangis. Tapi perbedaannya, anak dibalik kaca berekspresi sangat dingin, sungguh berbalik dengan anak yang sedang menangis itu. "Hei! Kau sungguh cengeng bocah! Dasar memalukan!" Bentak anak dibalik kaca. Dan hal itupun memberi pengaruh besar pada anak yang sedang menangis "Huuuuaaaa!!!" Teriakan anak kecil itu "Tolong jangan dekati aku! Pergilah!" sambungnya seraya berlari menjauhi kaca tersebut. "Lihat saja nanti, kau pasti akan membutuhkanku!! Dan suatu saat nanti aku akan kembali! Hahahaha!!" Seru anak dibalik kaca, yang tertawa layaknya iblis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Be Your Man (Tamat)
  • GRIZLEN {On Going}
  • Xagala
  • Males, ribet.
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • GARIS LUKA
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Angel(o)
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Terima kasih Imajinasi [end]

Hari sudah menjelang petang kala itu. Anggun melangkah tertatih keluar dari gudang sekolah. Tubuhnya terluka, namun hatinya jauh lebih terluka dari yang terlihat. Habis sudah air matanya meruntuki apa yang terjadi padanya. Dia sendiri tidak lagi bisa berpikir, apa yang menjadi salahnya? Semenjak dia menginjakkan kakinya di sekolah ini, yang dia rasakan hanya bullyan, cacian dan hinaan. Apa yang salah dengan dirinya, bahkan Anggun juga tidak tahu. Belum cukupkah semuanya itu hingga dia harus merasakan semua ini? Anggun masih bisa menelan itu semuanya walau terasa sangat sakit baginya. Selama ini dia cukup pintar menyembunyikan apa yang dia alami di sekolahnya pada keluarganya. Tidak! Keluarganya tidak boleh tahu apa yang sebenarnya dia alami di sekolah ini. Keluarganya menaruh harapan besar padanya. Tapi, kali ini, apa bisa dia menyembunyikan semuanya ini? Mereka bahkan dengan tega melecehkannya di gudang itu. Mereka yang dengan tawa dan senyum sadisnya seolah malah menertawakan penderitaan yang dialami oleh Anggun. Mereka bertiga, wajah mereka, dan nama mereka, seolah menjadi mimpi buruk bagi Anggun. Tidak! Tidak hanya mereka bertiga, namun semuanya. Semua yang telah membuatnya seperti ini. Mereka dan semua yang telah mereka lakukan, tidak akan pernah bisa hilang dari ingatannya. Cover by : Canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines