Apa itu cinta? Katanya ia bisa membuat bahagia, bisa menyelamatkan segalanya. Namun, pada kenyataanya cinta itu membunuh.
Saat Amie mengira inilah rumahnya, tempat ia pulang dan sebuah perlindungan paling aman. Namun, di rumah itu pula ia mendapatkan luka, sosok cinta yang mulai berubah dan kehadiran orang asing yang merusak sakralnya penikahan.
Saat semua itu terenggut, adakah yang tersisa untuk Amie? Disaat ia terluka, hancur, dan kehilangan arah seorang diri. Dalam sunyi yang mengigit, Amie meringkuk sendirian tak berkutik. Ia harus melewati masa terkelam itu sendirian, hanya waktu yang menjadi saksi dalam bisu.
Namun, Amie bukanlah perempuan lemah. Di tengah gelapnya dunia, menyusuri jalan untuk menuju harapan, mencoba meninggalkan banyang-bayang masa lalu. Berbekal keberanian dan kepercayaan bahwa ia bisa hidup kembali.
Ini kisah tentang cinta yang mengecewakan, luka yang membentuk, dan ketegaran yang membekas. Mampukah Amie melaluinya?
Klara berpura-pura menjadi Klera kembarannya agar bisa bertemu dan hidup bersama sang ibu. Klera meminta Klara menggantikan posisinya agar dirinya bisa berlibur bersama sang selingkuhan.
Selama 100 hari, Klara harus menjalani hidup yang dimiliki Klera, termasuk melayani Daniel, suami Klera. Kepura-puraan itu rupanya menjadi petaka baru di kehidupan Klara. Semua penyamaran itu pun terungkap. Daniel tentu tak tinggal diam. Hal yang tak pernah Klara sangka pun terjadi.