4. Say It, Noona | Yang Jungwon

4. Say It, Noona | Yang Jungwon

  • WpView
    Lectures 174
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., août 9, 2025
WpInfo
Fanfiction
Enhypen
Di tengah riuhnya kehidupan kampus dan hiruk-pikuk kota Bandung, Javian-mahasiswa komunikasi yang tengil dan penuh humor-bertemu dengan Rana, mahasiswi psikologi yang sinis tapi menyimpan kehangatan dalam diamnya. Berbeda dua tahun dan dunia, mereka perlahan menenun kisah pendekatan yang lembut, penuh tawa, dan kesan yang tak terlupakan. Dari candaan yang mengusik hingga senyuman yang tak terduga, setiap momen membawa mereka lebih dekat dalam kehangatan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Di balik genggaman tangan dan lagu yang dinyanyikan pelan, tersembunyi janji-janji halus tentang keberanian untuk mencintai dan bertahan, mengajarkan bahwa cinta bukan hanya tentang kata, tapi juga tentang kehadiran yang nyata di saat paling sunyi. ----- Genre: Romance, Slice of Life, Drama, Campus Life
Tous Droits Réservés
#147
yangjungwon
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu