Menjadi Kita Lagi

Menjadi Kita Lagi

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 2, 2025
⚠️DILARANG PLAGIAT Apa kalian percaya pada reinkarnasi? Tentang hidup yang berakhir tapi kemudian dimulai kembali, di tubuh yang berbeda, dengan nama yang tak sama, namun jiwa yang tetap membawa jejak lama. Aku dulu mengira itu hanyalah mitos belaka. Cerita tua yang sering dipakai sebagai alasan atas perasaan aneh yang tak bisa dijelaskan. Tapi akhir-akhir ini, entah kenapa... aku mulai penasaran. Ada yang bilang reinkarnasi terjadi karena takdir yang belum selesai. Ada juga yang menyebutnya kutukan. Dan beberapa percaya, itu karena ikatan yang terlalu kuat untuk dihapus waktu. Aku belum tahu mana yang benar. Tapi semuanya terasa masuk akal sejak aku bertemu dia. Bukan. Bukan seperti cinta pada pandangan pertama. Lebih aneh dari itu. Rasanya... Seolah aku sudah mengenalnya seumur hidup. Seolah kami pernah bertemu. Terikat oleh sesuatu yang tak bisa kulihat tetapi dapar kurasakan. Dan sejak saat itu, aku mulai percaya. Mungkin, reinkarnasi memang nyata.
All Rights Reserved
#87
beranda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines