frist love

frist love

  • WpView
    مقروء 387
  • WpVote
    صوت 259
  • WpPart
    فصول 10
WpMetadataReadللبالغينمكتمِلة أربعاء, يولـ ٢, ٢٠٢٥
cerita ini tentang percintaan di sekolah Di tengah hiruk pikuk kehidupan SMA, cinta pertama bersemi. Awalnya hanya sebuah pertemuan tak sengaja, kemudian tumbuh menjadi ikatan yang kuat di antara dua remaja, dan saling mendukung satu sama lain. Namun, tantangan dan cobaan menguji kekuatan cinta mereka. Akankah cinta muda ini mampu bertahan sampai menikah? don't plagiarize it 🚫🚫 no coppy ❌ ide mahall yaaaa, jangan asal copy punya orang, minimal mikir kek😼
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Last Yes!
  • The Villain Mother
  • Chasing Sanara
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • De Andere Weg (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى