Pulangnya sebuah rumah

Pulangnya sebuah rumah

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 30, 2025
Baskara, bumantala, renjana, cakrawala, dari kejauhan pun masih apik untuk dipandang, sungguh indah sekali semesta ciptaan mu itu. ‎Semesta memang ahlinya untuk bisa membuat apapun, tapi ciptaan semesta yang satu ini apakah bisa untuk digapai dan dipandang dan layak untuk dijadikan tempat nya berpulang? ‎ ‎ ‎Katanya menunggu itu juga termasuk effort, tapi kalau menunggu harapan apakah termasuk effort? Awal : 30 Juni 2025 Akhir : ‎ ‎ ‎ ‎
All Rights Reserved
#28
keluhkesah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines