Tentang Kita [On Going]

Tentang Kita [On Going]

  • WpView
    Reads 287
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 14, 2025
Tidak Aada yang benar-benar tahu bagaimaa semuanya dimulai. Raka dan Alya, mereka hanya dua orang asing yang kebetulan saling menatap sedikit lebih lama, berbicara sedikit lebih jujur, dan hadir sedikit lebih lama untuk saling memberi ruang aman. Di tengah tuntutan dunia yang memaksa mereka terus berlari mengejar ambisi, ada jeda kecil bernama perasaan yang meminta untuk diakui. Perasaan yang tumbuh tanpa pernah direncanakan, bahkan tumbuh dari sebuah janji yang diam-diam menunggu untuk saling megingkari. Namun mereka tidak pernah menamai apapun. Tidak ada kata cinta. Tidak ada status untuk dipertahankan. Tidak ada janji untuk tetap bersama. Yang ada hanya kebersamaan yang perlahan terkikis oleh waktu dan kenyataan. Ini bukan kisah cinta yang indah. Ini tentang kita, tentang dua orang yang dipertemukan dalam satu titik, untuk sekedar tumbuh bersama, saling menguatkan agar bisa saling melepaskan. Karena ketika ambisi dan cinta berperang, mana yang menang? --- Cerita ini asli karangan aku dan aku tulis sendiri. Jadi jika ada kesamaan itu ketidaksengajaan! Salam hangat, Sesyaaaa.
All Rights Reserved
#198
ambisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines