Tentang Kita [On Going]

Tentang Kita [On Going]

  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 14, 2025
Tidak Aada yang benar-benar tahu bagaimaa semuanya dimulai. Raka dan Alya, mereka hanya dua orang asing yang kebetulan saling menatap sedikit lebih lama, berbicara sedikit lebih jujur, dan hadir sedikit lebih lama untuk saling memberi ruang aman. Di tengah tuntutan dunia yang memaksa mereka terus berlari mengejar ambisi, ada jeda kecil bernama perasaan yang meminta untuk diakui. Perasaan yang tumbuh tanpa pernah direncanakan, bahkan tumbuh dari sebuah janji yang diam-diam menunggu untuk saling megingkari. Namun mereka tidak pernah menamai apapun. Tidak ada kata cinta. Tidak ada status untuk dipertahankan. Tidak ada janji untuk tetap bersama. Yang ada hanya kebersamaan yang perlahan terkikis oleh waktu dan kenyataan. Ini bukan kisah cinta yang indah. Ini tentang kita, tentang dua orang yang dipertemukan dalam satu titik, untuk sekedar tumbuh bersama, saling menguatkan agar bisa saling melepaskan. Karena ketika ambisi dan cinta berperang, mana yang menang? --- Cerita ini asli karangan aku dan aku tulis sendiri. Jadi jika ada kesamaan itu ketidaksengajaan! Salam hangat, Sesyaaaa.
All Rights Reserved
#959
ambisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines