Hanya Kamu
  • WpView
    LECTURAS 24
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jul 1, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Alvin Ravey Mahadewa & Naya Aurellie Atmadja Dua nama yang pernah begitu lekat di satu masa. Mereka jatuh cinta saat langit Bandung masih jadi saksi tawa dan janji-janji remaja. Ketika dunia terasa kecil dan masa depan tampak indah untuk dilalui berdua. Tapi waktu tetap terus berjalan. Alvin melangkah untuk pergi ke Jakarta, mengejar mimpinya sebagai seorang pengusaha dengan berkuliah di salah satu universitas Negeri jurusan Bisnis. Sedangkan Naya memilih untuk melanjutkan studinya di Jogja demi berjuang agar bisa mewujudkan impian nya menjadi seorang pengacara. Mereka berjanji akan tetap satu, meski terpisah jarak dan kesibukan. Namun, hidup tak selalu setia pada rencana. Ada hari-hari di mana pesan tak kunjung dibalas, panggilan tak lagi dijawab, dan hati mulai bertanya 'masih adakah aku di sana?' Hubungan mereka diuji oleh hal-hal yang tak pernah diajarkan di buku pelajaran. Tentang jarak, tentang waktu, tentang perubahan, dan tentang perasaan yang mulai samar. Dan ketika akhirnya salah satu dari mereka memilih untuk berhenti bertahan, yang lainnya justru mulai menyadari bahwa dari semua hal yang pernah hadir dalam hidupnya hanya satu yang tak tergantikan yaitu Hanya Kamu. Apakah cinta mereka cukup kuat untuk kembali pulang? Ataukah perpisahan adalah satu-satunya cara untuk benar-benar mengerti arti kehilangan?
Todos los derechos reservados
#625
mahasiswa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido