"Kita belum pernah bertemu. Tapi entah mengapa, aku percaya... kamu adalah rumah yang sedang Allah siapkan untukku."
Arkan Zafran dan Syifa Azzahra dipertemukan dalam sebuah grup diskusi dakwah remaja. Awalnya tidak ada yang istimewa. Arkan hanya ingin menambah teman bicara, sementara Syifa menganggapnya tak lebih dari salah satu anggota grup yang lain.
Sebuah pesan sederhana menjadi awal dari segalanya.
Percakapan yang seharusnya berakhir dalam satu malam justru berlanjut hingga berbulan-bulan. Mereka berbagi cerita tentang kehidupan pesantren, keluarga, mimpi-mimpi yang belum terwujud, hingga ketakutan yang tak pernah mereka ceritakan kepada siapa pun.
Tanpa disadari, rasa nyaman tumbuh perlahan.
Bukan karena pertemuan.
Bukan karena tatapan.
Melainkan karena perhatian-perhatian kecil yang selalu hadir di waktu yang tepat.
Namun ketika hati mulai terbiasa satu sama lain, Allah menghadirkan ujian yang tak pernah mereka bayangkan.
Mampukah mereka menjaga perasaan yang bahkan belum pernah diikat oleh sebuah kepastian?
Ataukah mereka hanya akan menjadi dua nama yang pernah saling mendoakan, tetapi tidak ditakdirkan berjalan hingga akhir bersama?
Karena terkadang, kisah yang paling sulit dilupakan bukanlah kisah yang dimulai dengan cinta. Melainkan kisah yang dimulai dengan pertemanan sederhana, lalu tanpa sadar menjadi rumah bagi satu sama lain.
All Rights Reserved