Kita beda?

Kita beda?

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 30, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kadang aku mikir... Kalau aja kita lahir di tempat yang sama, punya keyakinan yang sama, mungkin sekarang kita gak harus saling melepaskan. Tiap hari aku selalu mikir, gimana caranya kita bisa tetap bareng meski semesta kayaknya gak ngerestuin. Tapi makin ke sini, aku makin sadar... Ada hal-hal yang gak bisa kita lawan, sekuat apapun rasa kita. Kita beda. Aku pernah berharap bisa terus genggam tangan kamu, sampai tua. Tapi ternyata, cinta aja gak cukup. Karena kenyataannya, kita harus ngelawan terlalu banyak hal... dan aku lelah. Aku gak pernah nyesel kenal kamu. Gak akan pernah. Dua tahun ini, kamu rumah buat aku. Tapi sekarang, aku harus belajar ngelepas... walau hatiku masih pengen tinggal. Tapi realitanya gak semudah itu. Kita beda agama... dan kita bahkan hidup di dua negara yang beda. Bukan cuma jarak yang pisahin, tapi juga keyakinan, keluarga, masa depan, semua hal yang gak bisa kita samain, sekeras apapun kita coba. Aku pernah berharap kita bisa nekat, bisa lawan semuanya. Tapi ternyata... gak semua cinta bisa dilawan. Ada cinta yang justru harus dilepas, demi ngelepasin beban yang makin berat dipikul berdua. Aku gak nyalahin kamu, dan aku gak nyalahin diri sendiri. Kita udah coba. Kita udah perjuangin sejauh yang kita bisa. Tapi kadang, cinta yang paling tulus pun... harus tahu kapan berhenti. Aku akan tetap nyayangin kamu, dalam diam. Doaku gak akan putus, meskipun namamu gak bisa aku sebut dalam cara yang dulu kamu ajarkan. Makasih ya... udah pernah jadi rumah buat aku. Makasih udah nyempetin sayangin aku, walau dunia kita gak pernah satu. Selamat tinggal... cinta yang gak salah, tapi gak bisa lanjut.
All Rights Reserved
#330
breakup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines