Jingga Mezzaluna Taruni, mahasiswi kedokteran tahun pertama yang penuh semangat dan memegang teguh ajaran Islam, memulai lembaran baru di kampus. Ayahnya, seorang jamaah tetap masjid, adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki setelah kepergian ibunya. Dunia Jingga yang serba teratur mulai terusik ketika ia bertemu Grevaldo Carolus Wijaya, mahasiswa teknik sipil tahun ketiga yang karismatik dan beragama Katolik. Aldo, begitu ia akrab disapa, adalah putra dari seorang donatur tetap gereja yang juga telah kehilangan ibunya, meski sang ibu beragama Islam.
Sejak pandangan pertama, Aldo terpesona oleh kecerdasan dan keteduhan Jingga. Ia tak ragu menunjukkan ketertarikannya, membuat Jingga merasa canggung namun diam-diam tersipu. Pertemanan mereka berkembang cepat, diwarnai diskusi panjang tentang perkuliahan, impian, dan sesekali, perbedaan keyakinan yang mulai samar-samar terasa.
Aldo selalu berusaha mendekatkan diri pada Jingga, bahkan mencoba memahami ritual keagamaan dan kebiasaan Jingga sebagai bentuk penghormatan. Jingga sendiri merasa nyaman dengan kehadiran Aldo, namun jauh di lubuk hatinya, ia tahu bahwa hubungan ini adalah sebuah labirin tanpa ujung. Sebuah tembok tak kasat mata bernama perbedaan keyakinan selalu membayanginya.
Akankah cinta mampu menembus tembok keyakinan yang memisahkan mereka?
Atau akankah takdir memiliki rencana lain yang tak terduga?
Selami kisah Jingga dan Grevaldo, dua hati yang berjuang di persimpangan takdir, dalam sebuah cerita yang akan menguras emosi dan membuatmu bertanya, "Senja di Ufuk yang Berbeda"
© 2025 | adrevle
All Rights Reserved