Bound by Fate (END)

Bound by Fate (END)

  • WpView
    Reads 6,270
  • WpVote
    Votes 2,453
  • WpPart
    Parts 129
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 10, 2026
Ethan Vanderbilt memutuskan keluar dari dunia lamanya yang penuh tekanan-meninggalkan kemewahan, ekspektasi, dan ambisi keluarga. Ia memilih tinggal di desa kecil Leavenworth, bekerja santai di sebuah kafe, dan menjalani hidup tanpa rencana besar. Namun ketenangan yang ia harapkan langsung terganggu oleh tetangganya sendiri. Scarlett Beckett bukan tipe yang mudah didekati. Tertutup, tajam, dan selalu siap menyambut gangguan Ethan dengan tatapan tajam dan komentar pedas. Rumah mereka hanya dipisahkan pagar kecil, tapi setiap hari terasa seperti medan perang kecil-penuh adu mulut, sindiran, dan ketegangan yang sulit dijelaskan. Namun, di balik interaksi yang panas dan penuh friksi, tersembunyi luka yang dalam dan rahasia yang tak pernah dibagi. Scarlett mencoba mempertahankan hidupnya yang teratur, sementara Ethan justru mengguncangnya tanpa sadar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines