METANOIA: ANTARA LUKA DAN JIWA

METANOIA: ANTARA LUKA DAN JIWA

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 26, 2025
Tubuh ini rapuh. Tapi jiwaku... pernah jauh lebih terluka. Aku terbangun di tubuh seorang gadis yang tak dikenalku-pendiam, tertindas, dan pernah mengalami ketakutan yang tak bisa diucapkan. Sebuah luka besar yang tak bisa dilihat orang lain, tapi terasa nyata di dalam dada. Aku, gadis yang keras, tomboy, pemberontak... tiba-tiba harus hidup dalam tubuh yang gemetar saat bersuara. Tapi semakin lama aku berada di dalamnya, semakin aku mengerti: dia tak lemah-dunia yang membuatnya begitu. Kupikir hanya aku yang ingin sembuh, ternyata semua orang di sekelilingku menyimpan luka yang tak mereka tunjukkan. Dan aku... aku mulai jadi tempat mereka pulih. Tapi bisakah seseorang yang datang dari luka... menciptakan cinta yang sehat? Dan jika jiwa ini tak seharusnya ada di sini, mengapa rasanya aku justru menemukan diriku yang paling utuh?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines