METANOIA: ANTARA LUKA DAN JIWA

METANOIA: ANTARA LUKA DAN JIWA

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 26, 2025
Tubuh ini rapuh. Tapi jiwaku... pernah jauh lebih terluka. Aku terbangun di tubuh seorang gadis yang tak dikenalku-pendiam, tertindas, dan pernah mengalami ketakutan yang tak bisa diucapkan. Sebuah luka besar yang tak bisa dilihat orang lain, tapi terasa nyata di dalam dada. Aku, gadis yang keras, tomboy, pemberontak... tiba-tiba harus hidup dalam tubuh yang gemetar saat bersuara. Tapi semakin lama aku berada di dalamnya, semakin aku mengerti: dia tak lemah-dunia yang membuatnya begitu. Kupikir hanya aku yang ingin sembuh, ternyata semua orang di sekelilingku menyimpan luka yang tak mereka tunjukkan. Dan aku... aku mulai jadi tempat mereka pulih. Tapi bisakah seseorang yang datang dari luka... menciptakan cinta yang sehat? Dan jika jiwa ini tak seharusnya ada di sini, mengapa rasanya aku justru menemukan diriku yang paling utuh?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines