(BL) Kesalahan

(BL) Kesalahan

  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 30, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Terjemahan pribadi karya Scarlett Drake, Hamartia. Hanya untuk konsumsi pribadi yaaa. Ceritanya agak spicy jadi yg dibawah umur dipertimbangkan kembali ya. Tema Boy's love, jangan salah lapak. Raphael Kami pernah bertemu sekali, dua tahun lalu-beberapa menit canggung yang sejujurnya ingin kulupakan-tapi sejak saat itu, Lee Jaehyun tak pernah benar-benar pergi dari kepalaku. Idol K-pop, bintang dari setiap fantasi terlarang yang akhir-akhir ini memenuhi benakku. Seharusnya aku memikirkan kemenangan Grammy pertama kami, seharusnya aku fokus pada album berikutnya, seharusnya aku sibuk merencanakan pernikahanku. Tapi nyatanya, tidak. Yang ada di pikiranku justru dia. Tentang seperti apa rasanya bibirnya, tubuhnya di balik pakaian yang selalu tampak sempurna itu. Tentang bagaimana rasanya memeluknya, dan seperti apa suaraku terdengar dari bibirnya saat dia benar-benar menginginkanku. Aku sendiri tak tahu apa ini-obsesi yang hampir gila pada lelaki itu-tapi ia sudah terlanjur berakar dalam, menolak pergi walau sedetik. Aku akan kehilangan akal jika tak bisa memilikinya, walau hanya sekali saja. Sekali, untuk memadamkan api ini. Tapi ternyata, sekali saja tak pernah cukup. Bukannya api padam, justru semakin menyala, dan aku tahu, hidupku akan segera terbakar habis karenanya. Jaehyun Raphael Scott akan menghancurkan hatiku. Dia seorang rockstar Amerika, sudah bertunangan, dan-setahuku-lurus. Cepat atau lambat, dia pasti bosan dengan semua ini. Lalu dia akan kembali pada tunangannya yang cantik, aktris terkenal itu, dan aku akan sendirian lagi. Tak apa, aku sudah terbiasa. Tapi bukan berarti aku akan menolak apa yang ia tawarkan saat ini. Senyum Amerika-nya yang menawan, hatinya yang terbuka, ciuman-putus asa yang ia tanamkan di kulitku. Tidak, Raphael Scott tak akan menghancurkanku. Tidak ada yang bisa. Aku sudah membangun benteng untuk hal-hal seperti ini. Tubuhku, seniku, semuanya adalah perisai. Anak Amerika yang lembut itu tak akan pernah bisa menembusnya.
All Rights Reserved
#51
raphael
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines