Impossible to love each other

Impossible to love each other

  • WpView
    Reads 269
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 15, 2025
"You and me." -Elena De Luca "Impossible." -Emmanuel Levithen Elena De Luca. Perempuan dengan tahi lalat kecil dibawah mata nya. Keras kepala, egois, berpikir bahwa semua yang ia inginkan akan ia dapatkan dalam waktu singkat. Putri sulung keluarga De Luca, Elena De Luca. Pintar? Tentu. Keluarga De Luca tak pernah memiliki keturunan yang bodoh. Keluarga De Luca adalah kesempurnaan. Begitu orang orang menilai mereka. Emmanuel Levithen. Pria dengan netra berwarna biru dengan sorot mata tenang. Putra bungsu dari tiga bersaudara. Pemilik hotel terkenal bernama VITHEN, dan juga pewaris pertama perusahaan LEVITHEN yang diwariskan oleh Ayahnya yang telah tiada. Keluarga Levithen menghebohkan seluruh Las Vegas karena kematian kepala keluarga Levithen, Daniel Levithen karena kematian nya yang tiba tiba, dan menghilang nya anak pertama keluarga Levithen, Diego Levithen. _________________________________________ Pada suatu pertemuan antara keluarga De Luca dan Levithen, mereka membahas kontrak. Kontrak yang harus saling menguntungkan kedua belah pihak. Levithen mengajukan kerjasama dengan perusahaan LUDE seumur hidup, yang membuat LUDE mendapat banyak keuntungan. Namun LUDE juga meminta lebih, lebih dari kontrak, namun tetap seumur hidup, dan dapat menguntungkan nya. Seorang istri. Bukan untuk bercinta setiap malam, namun untuk membantu Emmanuel mengurus Hotelnya. Setelah mengetahui bahwa Elena di berikan secara terang-terangan pada lelaki yang tak ia kenali, Elena marah. Ia membenci lelaki itu, sangat. Emmauel tak kalah benci. Sikap Elena sangat bertolak belakang dengan cara ia berbicara di depan publik dan wartawan. Ia bebal, susah di atur, dan mudah tersinggung. _____ Sikap mereka yang bertolak belakang, membuat mereka tidak dapat membuahkan benih cinta. Instagram @potatooyy Tiktok @ttmotagsa
All Rights Reserved
#637
possesive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines