Garis Retak

Garis Retak

  • WpView
    Reads 89,857
  • WpVote
    Votes 7,766
  • WpPart
    Parts 106
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 12, 2025
Vanessa kehilangan segalanya saat hidupnya baru saja dimulai. Kehangatan rumah, dekapan ibu, pelukan ayah-semua direnggut dalam sekejap. Tapi hidup tak memberi waktu untuk larut. Di usia dua puluh, ia belajar berdiri sendiri, bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah dosennya demi bertahan. Di sisi lain, Piche tak pernah benar-benar memiliki apa pun sejak kecil, bahkan pengakuan dari ibunya sendiri. Semua yang ia raih-termasuk gelar cumlaude di bidang yang tidak ia cintai-tak pernah cukup. Ia hanya ingin dimengerti, tapi selalu dibandingkan. Takdir mempertemukan keduanya di bawah satu atap yang sama. Bukan sebagai teman, bukan sebagai rekan, tapi sebagai dua orang asing yang tanpa sadar saling memahami. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang kehilangan, tentang luka yang tak terlihat, dan tentang harapan kecil yang muncul di antara dua orang yang belajar kembali mencintai diri sendiri. Mereka mungkin tidak tumbuh di dunia yang ideal, tapi mereka berusaha. Dengan caranya masing-masing.
All Rights Reserved
#14
pichekota
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines