Ketika kehidupan kelas 12 SMA yang tengah dipenuhi stres ujian dan kekhawatiran masa depan, dunia tiba-tiba berubah drastis menjadi serius. Langit-langit di seluruh dunia dipenuhi oleh bola-bola ungu yang tiba-tiba mulai berjatuhan, makhluk asing misterius mulai menyerang dan membunuh manusia secara acak. Para siswa kelas 12-2 kini berada di awal pertempuran berjuang hidup demi diri sendiri dan mempertahankan dunia.
Dalam keadaan darurat nasional, pemerintah mengambil langkah ekstrem dengan merekrut semua siswa kelas 12 menjadi pasukan cadangan militer. Para siswa diminta untuk menjalani pelatihan militer dan bertempur langsung melawan makhluk asing dengan imbalan poin tambahan untuk masuk Universitas.
SMA Andromeda menjadi salah satu sekolah yang menjalankan program ini. Dipimpin oleh Letnan Maxiem, seorang tentara muda yang tegas, dan Sersan Jeffrey seorang tentara yang humoris, mereka berlatih menembak, bertarung dan melewati beberapa rintangan dalam latihan militer sepulang sekolah.
Di tengah medan perang yang brutal dan kematian yang terus mengintai satu persatu, Tapi bukan hanya makhluk asing yang menjadi musuh. Ketakutan, rasa kehilangan, keputusasaan, dan perbedaan pendapat menjadi ancaman yang jauh lebih nyata.
Di antara latihan militer, deru senjata, dan rasa takut akan kematian, benih-benih perasaan mulai tumbuh di hati beberapa siswa.
Apakah mereka bisa bertahan hingga akhir dengan selamat dan bersama-sama masuk perguruan tinggi?
Dan apakah perang ini hanya tentang bertahan hidup atau justru awal dari kehancuran mereka sendiri?
"Stop ikutin aku!!"
Langkah yang semula pelan menjadi tergesa saat Hera melihat Laki-laki di belakangnya yang terus mengikutinya.
"No, Love. I want to make sure you're okay"
"Kita udah putus Je! jangan ganggu aku!"
"I never agreed to it"
Dia Helera Varadisa gadis pintar yang banyak di kenal di sekolahnya dengan ciri khasnya pita biru yang selalu tampil cantik di rambutnya.
Kehidupannya yang awalnya hanya seputar belajar, membaca, dan menulis berubah lebih menyenangkan kala ia bertemu dengan Jerald Van Derico.
Laki-laki yang kehidupannya bertolak belakang dengan Helera, Jerald bukan anak yang terkenal karena kepintarannya ia justru dikenal karena sering membuat keributan dengan teman-temannya.
Meski begitu Hera senang menjalin hubungan dengan Jerald, meski harus dengan keadaan backstreet.
Awalnya semula Hera yakin kisah masa abu-abu nya memang lebih manis setelah mengenal Jerald, sebelum sesuatu terjadi menghancurkan keyakinan Hera.
"Je kamu beneran belum punya pacar kan?"
Jerald yang di beri pertanyaan itu dengan tegas menggeleng sebagai jawaban.
Setelah melihat dengan jelas interaksi Jerald dengan gadis itu Hera menggelengkan kepalanya pelan.
Hera segera pergi dari tempat itu, ia tak ingin membiarkan hatinya lebih lama lagi merasa sakit.