Azalea "Meski Dia Bukan Cinta Pertama"
"Andai saja kamu mengetahui bagaimana ALLAH menangani urusan-urusanmu, hatimu pasti akan luluh karena begitu mencintainya." Imam Asy-Syafi'i
Kehilangan, kegagalan, kecewa, amarah. Mahendra memutuskan menjauh dari sang maha Pencipta dan hidup di dunia bawah. Tidak ada kasih sayang, tidak ada belas kasihan, air mata hanya memicu amarah hingga tak segan melenyapkan nyawa seseorang.
Aroma cerutu, bau anyir darah, bau logam dan bubuk mesiu yang terbakar, ini adalah simfoni aroma dalam kehidupan Mahendra. Uang yang seolah tidak ada batasnya, menjadi salah satu alasan ia merasa nyaman dengan kehidupan dunia bawah, tak peduli dengan cara apa dia mendapatkannya.
Kehidupannya jauh dari rasa tenang, setiap detik nyawanya bertengger pada tepian jurang. Biarlah, kematian bukan hal yang menakutkan.
Di penghujung malam sebuah tragedi menarik Mahendra dari kehidupan yang dia jalani. Ia kehilangan penglihatan dan terpisah dari komplotan dunia hitam yang menyokongnya selama ini. Pertemuannya dengan seorang pria tua baik hati dan keluarganya yang hangat, menuntun Mahendra pada keinginan untuk kembali ke jalan yang benar.
Tinggal menumpang di kediaman yang juga dihuni seorang wanita muda, sebuah fitnah membuat Mahendra merelakan dirinya menikahi sang wanita. Sama seperti ayahnya, wanita itu begitu hangat dan lembut padanya. Tangan kecilnya menuntun Mahendra menyusuri dunia dalam gelap menuju cahaya. Cinta yang semula diyakini telah habis pada orang pertama, ternyata mulai bertunas kembali.
Mulai menjalani kehidupan damai dan tenang, orang-orang dari klan musuh yang dahulu mengincarnya menemukan dirinya. Jika itu di masa lalu, Mahendra akan maju tanpa ragu. Sekarang dia punya keluarga yang sangat berharga. Lalu, apa yang akan terjadi dalam kehidupan Mahendra selanjutnya? ....