Anaheim

Anaheim

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 4, 2025
Waktu berjalan tanpa ampun, tapi kenangan tak pernah benar-benar hilang. Talia tahu itu saat ia melangkahkan kaki ke lorong sekolah barunya lorong yang tak asing, tapi penuh wajah baru. Hiruk-pikuk siswa SMA tak mampu menenggelamkan dentuman pelan di dadanya saat matanya menangkap sosok itu. Mavian. Namanya langsung muncul di benaknya, seperti buku lama yang dibuka kembali tanpa debu. Mereka pernah dekat terlalu dekat untuk sekadar disebut teman, namun terlalu muda untuk benar-benar mengerti. Sejak perpisahan itu, tahun-tahun berlalu tanpa kabar, hanya menyisakan bayangan samar dan pertanyaan yang tak pernah dijawab. Kini, dia berdiri di ujung koridor, bersandar santai sambil tertawa kecil bersama seorang gadis Cantik, ceria, dan jelas punya tempat spesial di hati Mavian. Talia melihat caranya menatap gadis itu, dan ada bagian kecil di dalam dirinya yang meremuk. Namun bukan hanya Talia yang terdiam oleh kehadiran masa lalu. Mavian juga merasakan sesuatu berubah saat mata mereka bertemu. ada kegelisahan yang tak bisa ia jelaskan. Ia mencintai Serafina, bukan? Setidaknya, itulah yang selalu ia katakan pada dirinya sendiri. Tapi mengapa, sejak Talia kembali, semuanya jadi tak pasti?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After the Fall
  • The Lost Cael (Selesai)
  • MUKTI AGUNG
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • Bodyguard Salah Alur
  • Sialan, Ko Jadi Gini?! [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • PERIHELION
  • Halo Gus!!
  • ENVELOVE

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

More details
WpActionLinkContent Guidelines