Tanpa Kata, Tanpa Akhir

Tanpa Kata, Tanpa Akhir

  • WpView
    LECTURAS 14
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jul 1, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Alena Fisya tidak sedang mencari cinta. Dia sedang mencari dirinya-yang sempat hilang di tengah harapan-harapan yang terlalu berat untuk dipikul sendiri. Hingga sebuah pertemuan lama dengan Arival Rakhael membuka kembali luka yang sudah lama ia bungkam. Luka yang dulu tak sempat diberi nama, dan perasaan yang terlalu lama disimpan dalam diam. Dalam perjalanannya memulihkan diri, Alena bertemu Arya-seseorang yang hadir tanpa ribut, tapi menetap dengan tenang. Bukan untuk menggantikan yang lama, tapi untuk menemani proses mencintai diri sendiri yang tak pernah mudah. Ini bukan kisah tentang cinta pertama. Bukan juga tentang siapa yang paling menyakitkan atau paling tulus. Ini adalah kisah tentang seorang perempuan yang bertumbuh setelah patah, tentang luka yang mengajari pulang, dan tentang cinta yang akhirnya ia pilih... ketika ia tak lagi merasa kehilangan dirinya sendiri. "Karena cinta terbaik bukan yang paling besar... tapi yang paling tenang."
Todos los derechos reservados
#251
rakha
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido