Right in Front (apart) [END]

Right in Front (apart) [END]

  • WpView
    Reads 36,466
  • WpVote
    Votes 2,826
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 7, 2025
WpInfo
Fanfic
Hearts2Hearts
Perlu diketahui,cerita ini fiksi jangan di bawa ke dunia nyata ok. JUSTFORFUN YAA!! Nama tokoh penting : Yuha as Yuri Tanaya Carmen as Ramen Thalia Menceritakan tokoh yang bernama Yuri yang hidup penuh kecukupan tanpa ada nya kekurangan,namun karena itu orang tua Yuri berpikir bahwa anak nya harus bisa hidup mandiri tanpa bantuan dari mereka atau bantuan dari bibi pembantu rumah nya. Yuri menolak permintaan tersebut karena ia sama sekali tak mau tinggal sendiri.Bukan karena tak mau tapi ia tak bisa memasak, mencuci baju, atau pun lain-lain yang bersangkutan dengan urusan rumah.Yang biasa ia lakukan hanya berbelanja baju di mall dan menghabiskan waktu nya bersama teman-teman nya,sampai rumah ia hanya tau makan tidur dan leha-leha di kasur seperti anak mami yang manja (ya emang anak mami) Namun keputusan kedua orang tua nya telah bulat tidak ada kata penolakan,dan akhirnya Yuri pasrah atas permintaan tersebut. H-1 sebelum Yuri angkat kaki dari rumah nya (bukan di usir ya) "Mi,Pi yakin Yuri bisa hidup sendiri,Papi gak kasian ya sama Yuri" "Bukan gitu sayang papi cuma mau kamu hidup mandiri biar kamu belajar,jangan cuma belanja ke mall doang bisa nya,yaa" "Ihh papi kok gitu sih" "Cup" "Tuh kasian Pak Tono udah nunggu di depan sana berangkat" "Hmm iya iya" Mau tau kelanjutan nya?? Hehe sabar ya kita ke perkenalan dulu ya 😁😁 Btw cerita nya gxg 😀 sekali lagi cerita ini buat seru-seruan aja JUSTFORFUN OK!!
All Rights Reserved
#61
yumen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines