LET THE WORLD BURN [END]

LET THE WORLD BURN [END]

  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 11, 2025
[END] 𝘒𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯𝘮𝘶. 𝘌𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯, 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘢𝘯. 𝘔𝘢𝘬𝘢 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩 𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘬𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘢𝘱𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘣𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘪𝘵𝘶𝘭𝘢𝘩 ... 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙢𝙪. Start; 01 July 2025 End; 04 July 2025
All Rights Reserved
#262
darkfantasy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •   My Switched Daughter END
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • GALEN PRADIPTA
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • Just let me live, Duke!
  • New life, New problems [END]
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • A Family of Villains
  • The Duke'S Red String
  • Sin of The Villainess

Elia, gadis kecil berusia tujuh tahun, sudah dipaksa mengamen oleh ibunya sejak usia empat tahun. Hidupnya hanya dipenuhi bentakan, rasa lapar, dan malam-malam tanpa pelukan. Ia tak tahu rasanya disayang-dan perlahan, ia berhenti berharap. Sampai suatu malam, Elia tertidur dalam tangis dan terbangun di dunia novel yang pernah ia lihat di lapak buku bekas. Ia berada dalam tubuh seorang anak kecil berusia empat tahun-putri kandung dari keluarga kaya, yang ditukar oleh pembantunya sejak bayi. Akibatnya, si anak kandung justru tumbuh dalam perlakuan kejam, dikucilkan, dan dijadikan pelayan di rumah sendiri, karena keluarga aslinya tidak tahu kebenarannya. Kisah dalam novel itu berawal dari kematian sang ibu saat melahirkan, tanpa pernah tahu bahwa bayinya telah ditukar. Sementara anak kandung si pembantu, yang dibesarkan sebagai anak majikan, justru hidup penuh kasih sayang dan tumbuh menjadi anak sombong yang suka merendahkan anak pelayan-yang sebenarnya adalah darah daging keluarga itu sendiri. Di sinilah Elia berperan sebagai bayi yang tertukar-yang kini menjadi "pelayan kecil" di rumah orang tua kandungnya. Jalan takdir yang tertulis dalam novel tetap berjalan: sejak usia empat tahun, Elia (dalam tubuh baru) menerima perlakuan kasar dari perempuan yang mengaku sebagai ibunya. Baginya, asalkan bisa makan, itu sudah cukup. Ia menerima takdir barunya dengan pasrah. Kasih sayang? Ia tak berani menginginkannya lagi. Ia takut, kalau berharap... akhirnya hanya akan kecewa. Namun tanpa disadari, keluguannya, kepolosannya, tingkah lucunya, dan suara cadelnya-perlahan mulai mencuri perhatian ayah kandung dan ketiga abang yang tak pernah tahu... siapa dia sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines