We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
QUIET COLOR

QUIET COLOR

  • WpView
    Reads 333
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 30, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Quiet Color" - Sebuah Cerita Tentang Luka yang Disimpan, dan Cinta yang Perlahan Menyembuhkan Anne tidak pernah meminta kehidupan yang rumit. Ia hanya ingin disayangi-cukup dicintai, dan diberi tempat untuk pulang. Tapi takdir memberinya lebih: pernikahan yang tak direncanakan, suami yang tak mengenalnya, dan luka yang tak pernah sembuh dari masa lalu. Kai, pria pendiam dengan dunia yang serba teratur, mendadak hidup berdampingan dengan perempuan yang seperti warna-cerah, riuh, tapi menyimpan gelap di sudut yang tak kasat mata. Di balik senyumnya yang centil dan langkahnya yang ringan, Anne menyembunyikan hujan yang tak pernah reda. Rumah mereka sunyi. Tapi di tengah diam, ada debar. Dalam ragu, tumbuh rasa. Cinta tak datang dengan gegap gempita, ia menyelinap pelan, menyentuh luka demi luka... dan mengubah keduanya. Namun masa lalu tak pernah benar-benar pergi. Dan saat semua nyaris tenang, rahasia itu datang mengetuk-menguji ikatan yang masih rapuh. Apakah cinta cukup untuk bertahan? Atau justru akan patah oleh hal-hal yang tak sempat terucap?
All Rights Reserved
#83
chaeunwoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines