My Muse
  • WpView
    Reads 3,362
  • WpVote
    Votes 491
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 9, 2025
Varellion D'Arvenne adalah seniman jenius yang dipuja seisi istana. Setiap lukisannya menjadi mahakarya. Setiap perempuan bangsawan berlomba-lomba menjadi muse-nya, rela menyerahkan apa pun, bahkan bagian tubuh mereka, demi kehormatan diabadikan oleh tangannya. Tapi Varellion tak pernah sembarangan memilih. Ia hanya melukis yang tercantik, yang paling murni, paling layak untuk dipenjara di dalam kanvasnya. Hingga suatu hari, ia melihatnya. Elisa de Mirelle. Seorang putri bangsawan yang anggun, cerdas, dan terlalu cantik untuk dunia yang memusuhinya. Setelah kehilangan kedua orang tuanya dan hak atas gelar keluarganya, ia jatuh dari langit kehormatan ke jurang pengasingan yang sunyi. Di balik kanvas dan pujian rakyat, tersembunyi obsesi tergelap---keinginan untuk memiliki Lisa sepenuhnya, bukan sebagai kekasih, tapi sebagai mahakarya hidup yang tak boleh disentuh siapa pun. Dalam menara tertinggi, Lisa jadi muse terakhirnya. Yang paling sulit dimiliki. Yang paling menyakitkan untuk ditundukkan. Dan... yang akan menjadi mahakarya terindah yang pernah ia ciptakan. Dalam hubungan antara seniman dan lukisannya, siapa yang akan hancur lebih dulu‐--tuan... atau mahakaryanya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • Second
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • The King & The Doctor
  • Given || Ju Jihoon
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • I Want to Live [END]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines