LUKA YANG DISIMPAN KIMBERLY [TERBIT]

LUKA YANG DISIMPAN KIMBERLY [TERBIT]

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Hai, aku Kimberly, biasa dipanggil Kim. Inilah aku, gadis lemah yang disakiti oleh kedua orang tuaku, juga dikhianati oleh sahabat yang kupikir saudara. Namun di balik semua luka dan pedih itu, ada dua pria yang menyayangiku. Mereka rela berkorban demi aku. 𝙎𝙞𝙖𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙖-𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙞𝙩𝙪? 𝙈𝙚𝙣𝙜𝙖𝙥𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜𝙞𝙠𝙪, 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙧𝙚𝙡𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙤𝙧𝙗𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙠𝙪?? .・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・
All Rights Reserved
#67
gadiskuat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines