Ia gadis yang pandai menunggu, tapi dunia tak pernah mengajarkannya cara berhenti.
Ia lelaki yang terlalu sering kehilangan, hingga lupa bagaimana rasanya memiliki.
Aluna percaya bahwa cinta itu sabar. Ia menunggu, bahkan ketika yang ditunggu tak pernah berjanji akan datang.
Dirga percaya bahwa cinta itu sementara. Ia datang, tapi selalu siap pergi-karena semua yang ia cintai, selalu diambil dunia.
Mereka bertemu karena semesta sedang bosan menonton manusia saling diam.
Mereka berbagi tawa, berbagi luka, dan diam-diam... saling menyembuhkan.
Tapi ini bukan kisah dua orang yang akhirnya bersama.
Ini kisah tentang mencintai tanpa janji, menunggu tanpa kepastian, dan belajar melepaskan meski masih ingin menggenggam.
Dalam balutan dialog penuh humor, momen-momen romantis yang tak terduga, dan luka-luka kecil yang mengendap di hati, novel ini akan membawamu tersenyum... lalu diam-diam menangis.
Sebab cinta, kadang datang di hati yang tepat-meski waktunya salah.
Untuk kamu yang pernah menunggu tanpa tahu kapan harus berhenti.
Dan untuk kamu yang pernah merasa dicintai, tapi tidak dipilih.
Elsa carmela elizalde, seorang pembunuh bayaran yang terbunuh saat berusaha menyelidiki alasan dibalik kematian kekasihnya.
Bukannya meninggal jiwanya justru masuk ke tubuh seorang antagonis bernama Elsa Camila Juarez, seorang gadis yang tergila-gila dengan mantan pacarnya.
Elsa selalu membully siapapun yang berani mendekati mantan pacarnya, hidup Elsa tidak jauh-jauh dari adik angkat sok polos dan kakak kembar laki-laki yang membencinya.
Ares Sebastian Vauganville, seorang laki-laki dingin yang memiliki aura menakutkan. Ares adalah tunangan yang selalu disia-siakan oleh Elsa, lelaki itu selalu membereskan kekacauan yang dibuat oleh Elsa.
"Only mine ... forever." -Ares Sebastian Vauganville-