Mereka bukan dua insan yang saling memilih.
Mereka dijodohkan-oleh nama keluarga, oleh kesepakatan lama, oleh takdir yang tak pernah mereka minta.
Di sekolah, Aksa adalah badai yang memilih diam. Ketua geng yang tak pernah tertarik bicara, menatap, apalagi peduli. Tak ada yang benar-benar berani menyentuh dunianya-ia terlalu dingin, terlalu tenang, terlalu sunyi.
Ashana justru sebaliknya. Ia adalah pagi yang selalu ingin tahu: hangat, cerewet, dan kadang menyebalkan bagi mereka yang mencintai sepi. Ia tak takut bertanya, tak malu tertawa, dan tak pernah tahu kapan harus berhenti penasaran.
Mereka seperti dua kutub yang seharusnya tak pernah bertemu. Tapi dunia punya cara aneh mempermainkan arah.
Satu malam, tanpa aba-aba, nama mereka bersanding dalam kabar yang menggetarkan: Aksa dan Ashana dijodohkan.
Ashana, yang tak pernah percaya pada perjodohan, justru ia tertarik menyingkap sebuah misteri bernama Aksa.
Dan Aksa, yang selama ini selalu menutup semua pintu, untuk pertama kalinya... menoleh.
Ini bukan kisah cinta yang meledak dengan emosi.
Ini tentang ketenangan yang tumbuh perlahan.
ini bukan kisah cinta yang penuh air mata,
ini tentang seorang gadis baik hati yang jatuh cinta bukan karena bunga,tapi keheningan yang tidak memaksa.
Tentang tatapan yang mencair.
Tentang seorang gadis yang mengetuk, dan seorang laki-laki yang akhirnya membuka.
Dan tentang seorang laki-laki yang akhirnya bicara....karena ada satu suara yang tak bisa ia abaikan: suara Asha
Dan pada akhirnya, siapa sangka, badai pun bisa jatuh cinta pada matahari pagi.
Akankah takdir tetap berpihak pada kisah cinta mereka ataukah akan kembali berputar ke arah yang tak pernah mereka duga?.
Reviona Alisya Mahendra atau yang lebih di kenal dengan Viona. Seorang gadis yang berusia 18 tahun. Kehadiran Viona tidak pernah diharapkan keluarganya, karena ada sesuatu yang tidak bisa mereka ceritakan. Sejak kecil Viona selalu dikucilkan mereka juga sangat benci dengan Viona dan memilih untuk menutupi kehadirannya dari dunia. Tidak ada yang tahu kalo keluarga Mahendra punya seorang putri publik hanya tau kalo Keluarga Mahendra mempunyai putra yang selalu dibangga-banggakan yaitu Venus Mahendra.
Dia ada, tapi keluarganya selalu menutupi kehadirannya. Viona bagai bayangan selalu ada tapi tak pernah terlihat. Satu kata untuk mendeskripsikan perasaan Viona adalah sakit selebihnya biarkan air mata yang menjelaskan semuanya. Ada satu hal yang mampu mengobati luka Viona bahkan membuatnya lupa akan rasa sakitnya dia adalah Gevanzo Dewantara. Seorang pemuda yang selalu ada untuk Vio.
"Maaf ya Van, kamu harus terlibat di masalah keluarga aku, maaf telah membawa mu sejauh ini dan berakhir luka, badai ku sudah membasahi kamu."Vio menyenderkan kepalanya di bahu Gevan.
"Vio. Jika badainya sudah terlalu kuat, mari kita tunjukkan bahwa kita juga semakin kuat."
Note: Belum direvisi. Kalo baca jangan setengah-setengah soalnya nggak bakal tau gimana endingnya.❤️
Jangan lupa follow akun ini dan Tiktok @wattpad:Reviona