Ada beban yang diterima sejak lahir. Bukan karena kita memintanya, tapi karena seseorang sebelum kita menjatuhkannya ke pangkuan tanpa bertanya apakah tangan kecil itu mampu menahannya. Ada luka yang tidak pernah berdarah, hanya tinggal di dalam, membusuk pelan, mengajarkan bagaimana cara menjadi kuat sebelum tahu bagaimana cara menjadi manusia. Di suatu titik, kita berhenti bertanya mengapa semua itu terjadi, dan mulai bertanya apa yang masih bisa kita lakukan setelahnya. Bagi sebagian orang, masa lalu adalah alasan untuk berhenti. Bagi sebagian yang lain, masa lalu adalah dasar untuk tidak pernah berhenti lagi. Mereka tidak tumbuh karena harapan, mereka tumbuh karena tidak punya pilihan. Langkah ke depan bukan milik orang yang ringan. Langkah ke depan adalah milik mereka yang berjalan dengan kepala tegak, walau tulang punggung retak oleh beban yang tidak pernah mereka pilih. Kita tidak mencari penebusan. Kita tidak mencari pengakuan. Kita hanya bergerak, karena diam berarti tenggelam, dan tenggelam tidak pernah menjadi rencana siapa pun. Kehidupan tidak perlu memahami trauma. Orang-orang tidak perlu tahu dari mana luka datang. Yang penting hanya satu hal: masih ada jalan di depan- dan kita masih sanggup melangkah di atasnya.
More details