Emiko Nazeera

Emiko Nazeera

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 5, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Luka ini bukan salahku. Tapi sembuh adalah tugasku." Emiko Nazeera Azkavira selalu terlihat kuat, ceria, dan utuh di mata dunia. Tapi di balik senyum tenangnya, ia menyimpan luka masa kecil yang membekas hingga dewasa. Setelah gagal berkali-kali dalam cinta, Nazeera pikir dia udah nemuin "the one." Nazeera bertemu Darren Avaleen, pria manis yang ia pikir akan menjadi akhir yang tenang dari kisah patahnya. Namun pengkhianatan terbesar datang justru dari dia yang paling ia percayai. Ditinggalkan demi wanita lain, disalahkan atas luka yang bukan ia ciptakan, dan dilabeli "terlalu sensitif" saat berjuang memahami emosinya sendiri, Nazeera tersungkur dalam kehilangan harga diri. Dan Darren dengan mudah membuang semua janji yang pernah mereka bangun. Dia pernah mencintai dengan luka yang belum sembuh, lalu dipaksa bertahan sendirian dalam badai. Emiko Nazeera Azkavira adalah seorang perempuan yang patah. Bukan karena tidak cukup baik, tapi karena terlalu percaya pada seseorang yang salah. Ini bukan sekadar cerita cinta dan pengkhianatan, tapi tentang berdamai dengan masa lalu, tentang bangkit dari puing luka, tentang bertahan, tumbuh, dan akhirnya mencintai diri sendiri... tanpa syarat. Karena kadang, rumah teraman bukan pelukan orang lain. Tapi keberanian untuk tidak lagi menunggu yang tak akan pulang.
All Rights Reserved
#107
selfhealing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines