Geno Sang Kultivator Dewa'

Geno Sang Kultivator Dewa'

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 3, 2025
Di tengah samudra awan keperakan yang tak berujung, menjulanglah Dunia Surgawi Tingkat Kesembilan, permata kosmos yang bertahta di atas segalanya. Di sinilah, di antara istana-istana kristal yang berkilauan dan taman-taman yang dihujani embun abadi, Geno tumbuh. Bukan sembarang penghuni surga, melainkan putra dari dua kekuatan primordial: Dewa Petir yang agung, dengan guntur di tangannya dan kilat di sorot matanya, serta Dewi Bulan yang lembut, pesonanya memancarkan ketenangan malam dan cahaya perak yang menenangkan. Sejak kelahirannya, takdir Geno telah terukir dalam gulungan bintang. Darah dewa mengalir deras di nadinya, memberinya anugerah dan beban yang tak terlukiskan. Namun, alih-alih berjemur dalam kemuliaan warisan ilahinya, Geno justru merasakan panggilan yang lebih dalam, bisikan kuno yang membimbingnya menuju jalan yang tak biasa bagi seorang keturunan dewa: jalan kultivasi. Ia tidak puas hanya dengan kekuasaan yang diwarisi; ia ingin mengukir kekuatannya sendiri, mengolah esensi kosmos, dan melampaui batas-batas dewa sekalipun.
All Rights Reserved
#382
kultivator
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • adik ipar cantik
  • The Duke's Red String
  • A Family of Villains
  • Abo Desire
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • 𐙚 ˚𝐊𝐨𝐳𝐮𝐦𝐞 𝐤𝐞𝐧𝐦𝐚
  • Sin of The Villainess
  • Just let me live, Duke!
  • The Unwritten Lady

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines