Di tengah samudra awan keperakan yang tak berujung, menjulanglah Dunia Surgawi Tingkat Kesembilan, permata kosmos yang bertahta di atas segalanya. Di sinilah, di antara istana-istana kristal yang berkilauan dan taman-taman yang dihujani embun abadi, Geno tumbuh. Bukan sembarang penghuni surga, melainkan putra dari dua kekuatan primordial: Dewa Petir yang agung, dengan guntur di tangannya dan kilat di sorot matanya, serta Dewi Bulan yang lembut, pesonanya memancarkan ketenangan malam dan cahaya perak yang menenangkan.
Sejak kelahirannya, takdir Geno telah terukir dalam gulungan bintang. Darah dewa mengalir deras di nadinya, memberinya anugerah dan beban yang tak terlukiskan. Namun, alih-alih berjemur dalam kemuliaan warisan ilahinya, Geno justru merasakan panggilan yang lebih dalam, bisikan kuno yang membimbingnya menuju jalan yang tak biasa bagi seorang keturunan dewa: jalan kultivasi. Ia tidak puas hanya dengan kekuasaan yang diwarisi; ia ingin mengukir kekuatannya sendiri, mengolah esensi kosmos, dan melampaui batas-batas dewa sekalipun.
All Rights Reserved