Tuhan, Mengapa harus aku?

Tuhan, Mengapa harus aku?

  • WpView
    LECTURES 53
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., juil. 13, 2025
{{UNTUK UMUR 12 KEATAS}} {{MENGANDUNG KEKERASAN}} {{Sad ending, romantis, kekerasan}} Alshea. Anak yang tidak diharapkan kehadiran nya oleh ayahnya, setiap hari ia hanya bisa merenung dibawah derasnya hujan mengalir. Dan satu pertemuan yang mengubah isi hidup nya. Dan itu adalah Arshen, cowok yang di tunggu-tunggu kehadiran nya oleh Alshea. Semenjak Arshen muncul di samping hidup nya, Alshea berusaha mempertahankan kehidupan nya itu demi Arshen, Alshea ingin hidup bersama Arshen, bukan AYAH nya. Cerita ini hanya fiksi. dibuat dengan tidak ada harapan. tidak ada niat melakukan copy paste oleh orang lain. cerita nya pendek setiap bab, setiap bab memiliki konflik berbeda. terinspirasi dari beberapa cerita. Aku harap bisa jadi penulis terkenal, aku adalah penulis cilik! Hai aku FaiqaAzki! ramein akun ig ku dong guys!! @Faiqa_azki aku udah merilis 1 buku yang mungkin kalian belum bisa lihat di perpustakaan. judul: tiga peri kembar kenapa judul nya kekanak-kanak an? karena itu program penulis cilik dan mungkin saja tidak boleh merilis novel remaja... sekian dari aku!! selamat membacaa!! *jangan ekspektasi tinggi,, aku bukan pro player hehe :) terima kasih telah membaca dan selamat menikmati :)
Tous Droits Réservés
#89
nocopy
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu