Ganjil-Genap. | Julian x Yin

Ganjil-Genap. | Julian x Yin

  • WpView
    Bacaan 87
  • WpVote
    Undian 11
  • WpPart
    Bahagian 2
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Sab, Jul 12, 2025
WpInfo
Fiksyen
Romantika
Yin gak pernah suka jalanan macet. Apalagi kalau ada aturan ganjil-genap yang bikin dia harus muter balik padahal udah telat. Tapi dia juga gak nyangka, aturan itu yang justru bikin dia ketemu Julian. Julian - anak ganjil di daftar absen. Yang hobi nulis hal-hal aneh di pinggir buku. Yang selalu punya dua pulpen dan satu tatapan yang bikin diem. Mereka duduk sebangku karena sistem. Bukan karena cocok. Bukan karena milih. Tapi lama-lama, ada playlist yang dibagi dua. Ada sore yang terlalu sunyi kalau nggak saling nunggu. Ada hari-hari yang rasanya kayak jalanan kosong di tengah kota - langka, tapi tenang. Kayak sistem yang bikin mereka ketemu, hubungan ini juga nggak selalu bisa jalan tiap hari. Tapi waktu semesta lagi pas... mereka sempat bareng. --- "𝑲𝒊𝒕𝒂 𝒄𝒖𝒎𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒍𝒂𝒖 𝒋𝒂𝒅𝒘𝒂𝒍𝒏𝒚𝒂 𝒄𝒐𝒄𝒐𝒌. 𝑻𝒂𝒑𝒊 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑, 𝒈𝒂𝒌 𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌 𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏𝒂𝒏 𝑱𝒂𝒌𝒂𝒓𝒕𝒂-𝒅𝒊𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒏𝒈𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒕𝒂𝒖 𝒍𝒐 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒍𝒆𝒘𝒂𝒕 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒆𝒏𝒈𝒈𝒂𝒌." --- ✨ Cover edited by me 🖌️ Chibi art by Rawan076900 (Pinterest) 🎮 Characters belong to Moonton 🚫 No affiliation with MLBB - this is purely fictional fan content
Hak Cipta Terpelihara
#328
mlbb
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi