One Day Before You Forget Me

One Day Before You Forget Me

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 25, 2025
"Satu Hari Sebelum Kau Lupa Aku" Afra, seorang mahasiswa yang hidup biasa-biasa saja, tidak pernah menyangka pertemuan tak sengaja dengan Raina -Temen SMA yang dulu sebatas teman kenalan- akan mengubah segalanya. Dari obrolan singkat hingga kebersamaan yang hangat, beuh cinta pun tumbuh perlahan di antara mereka. Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama, Sebuah kecelakaan merenggut ingatan Raina tapi tak sepenuhnya, hanya bagian tentang Afra. Yang lebih menyakitkan, Raina justru mengingat dan jatuh cinta pada sahabat Afra sendiri. Afra yang patah hati tidak menyerah. Dengan luka di dada dan kenangan yang hanya tinggal satu arah, ia tetap bertahan. Ia tetap berada disamping Raina. Ia akan tetap percaya bahwa cinta sejati, tak akan mudah dilupakan. Ini adalah kisah tentang ketulusan yang diuji waktu, tentang perjuangan mencintai seseorang yang bahkan tak lagi mengingatmu. Dan saat perlahan memori it kembali, mampukah cinta mereka hidup kembali? Atau semuanya sudah terlambat?
(CC) Attrib. NonComm. ShareAlike
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • The Villain Mother
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Chasing Sanara
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines