Diksi Merindu

Diksi Merindu

  • WpView
    Reads 9,771
  • WpVote
    Votes 256
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 6, 2026
Asmara Anjani enggan jatuh hati, dia membekukan hati nya. Bagi Anjani, dunia tak lagi berpihak, ia hanya hidup karena ia masih hidup. Hari-hari nya sama; bekerja, meneguk teh melati yang tak pernah ia sukai dulu, atau sekedar memandangi indah nya Bogor sore hari. Perkenalan yang dilakukan dengan senior nya di Rumah Sakit, membawa ia berhubungan dengan Ghaalib Tomia. Pemuda milik negara yang tak pernah masuk dalam kriteria hidup nya membawa Anjani menemukan makna bahwa mencintai bukan untuk merendahkan. Ia hanya ketakukan harus ikut handil dalam perang yang selalu dikalahkan perempuan. Dan, akhirnya apakah ia akan menang menjadi perempuan yang berperang dengan mencintai milik negara? "Perjudian terbesar ku adalah mencintai prajurit milik negara."
All Rights Reserved
#404
prajurit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • Semua Memukul (✅)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • poem
  • Rembulan Yang Sirna
  • My Wish
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu

Aku tidak menulis ini untuk semua orang. Hanya untuk kamu- yang pernah merasa hilang, tapi bahkan tidak tahu ke mana harus pulang. 365 hari. 365 puisi. Tanpa jeda. Awalnya, ini hanya tentang menulis... lalu selesai. Tapi semakin jauh, aku mulai sadar- seperti ada sesuatu yang ikut menulis bersamaku. Sesuatu yang lebih jujur tentang luka daripada yang berani kita akui. Kalau kamu pernah: • tersenyum, tapi kosong • dikelilingi banyak orang, tapi tetap sendiri • atau hidup... tanpa benar-benar merasa hidup hati-hati. Buku ini bisa terasa terlalu dekat. Di dalamnya ada: luka yang tak sempat diberi nama, rindu yang kehilangan alamat, dan doa-doa yang hanya berani hidup dalam diam. Ini bukan sekadar tulisan. Ini jejak. Atau mungkin... pengakuan. Beberapa orang bilang, ada bagian yang terasa seperti ditulis khusus untuk mereka. Kebetulan? Atau... kamu yang memang sedang dipanggil? Mulai dari hari pertama. Kalau tidak ada yang kamu rasakan, kamu bebas pergi. Tapi kalau kamu memilih untuk tetap tinggal- bersiaplah. Karena mungkin, yang perlahan berubah bukan kata-katanya... melainkan kamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines