Night At The School

Night At The School

  • WpView
    Reads 343
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2026
Aura yang terbangun di kelasnya yang sudah kosong, hanya ada Dia seorang yang berada di sana. Pada saat Ia hendak ingin pulang, ternyata pintu kelasnya terkunci. Rupanya Aura tidak sendirian karena ada 6 murid lainnya yang juga mengalami hal yang sama. Saat mereka masih berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi, terdapat notifikasi di ponsel mereka yang berisi: "Salah satu dari kalian bukan manusia!" Karena notifikasi tersebut membuat mereka semakin bingung, mereka harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi agar dapat keluar dari sekolah angker ini Banyak sekali teror yang mereka dapatkan. Apakah mereka semua akan selamat? "Siapa di antara kita yang bukan manusia, dan kenapa harus kita yang disuruh mencari tau?" By Narendra&Nadia
All Rights Reserved
#4
rami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dendam Kenanga
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • KABUT HITAM [ END]
  • LARUNG SUKMA || BL
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • Penabur Malam
  • DESA PININGIT
  • PALASIK MAYIK (PALASIK MAYAT)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 3
  • Di antara kabut & kamu. [SEGERA TERBIT]

Kenanga, kembang desa yang kecantikannya laksana cahaya bulan. Ia tak pernah tau, pesona yang dianugerahkan padanya adalah kutukan. Senyum manisnya menjadi duri yang menusuk hati para perempuan, sementara bening matanya bagai jerat para lelaki berlidah manis dan berhidung belang. Di balik lirikan dan bisikan, tersimpan nafsu yang mengendap, bercampur dengan dengki yang membara. Hari demi hari, langkah Kenanga diiringi bahaya yang mengintai, makin mendekat dan menunggu saat yang tepat. Hingga suatu malam, di bawah langit pekat, ia dijebak dan diseret ke tempat di mana teriakan tak akan pernah sampai ke telinga siapa pun. Tubuhnya diperlakukan tanpa belas kasih, suaranya terhenti dalam cekikan ketakutan, dan hidupnya direnggut dengan cara yang tak pantas bagi siapa pun. Namun, kematian bukanlah akhir bagi Kenanga. Dari tanah basah yang memeluk jasadnya dan tebaran bunga kenanga yang layu di pusaranya, bangkit dendam yang tak terbendung. Bagi mereka yang pernah menyakitinya, malam-malamnya tak akan pernah sunyi lagi-sebab bisikan kematian kini berjalan di sisi mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines