Story cover for The Rustic Structural by maegsa
The Rustic Structural
  • WpView
    Reads 262
  • WpVote
    Votes 242
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 262
  • WpVote
    Votes 242
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Jul 03, 2025
Sebagai psikolog yang dikenal akan metode tak konvesional, Meyka Lailakha ditugaskan untuk mendampingi proyek pembangunan rehabilitasi mental pertama di kawasannya itu. 

Tapi kehadirannya ditentang Jaymee Heijden, arsitek muda penuh prestasi, ia sudah merancang semuanya berdasarkan efisiensi dan struktur, dan Meyka dianggap hanya memperumit proses. Masalahnya, kehadiran Meyka membuat desainnya terus direvisi. Soalnya Meyka percaya, arsitektur harus adaptif dengan kondisi mental pasien. 

Sebaliknya, setiap desain yang lahir dari gagasan Meyka nyaris selalu dimentahkan oleh Jaymee. Entah dianggap terlalu sentimentil, tidak efisien, atau sekadar 'nggak masuk akal' menurut standar arsitektur versi Jaymee. 

Mereka memang tak pernah mencari titik temu, tapi entah sejak kapan, perbedaan itu tak lagi terdengar sekeras dulu.
All Rights Reserved
Sign up to add The Rustic Structural to your library and receive updates
or
#723fiction
Content Guidelines
You may also like
Nala dan Mas Juragan by xpnsvac
43 parts Ongoing
Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.
You may also like
Slide 1 of 10
Nala dan Mas Juragan cover
Stand by Me cover
EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END] cover
Candu Sentuhan Sahabat Hyper  cover
Nakula cover
Salah Status cover
Kembang Desa cover
Prahara Lamaran [END] cover
Rencana Pensiun Dini Nona Villain cover
Hello Mr. Komrad cover

Nala dan Mas Juragan

43 parts Ongoing

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.