Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Et ass an der Rei // Jaehee (lokal)

Et ass an der Rei // Jaehee (lokal)

  • WpView
    Membaca 1,681
  • WpVote
    Vote 215
  • WpPart
    Bab 32
WpMetadataReadLengkap Sen, Mar 30, 2026
WpInfo
Fiksi Penggemar
"Aku tidak butuh dikasihani. Aku hanya butuh seseorang yang tidak bertanya 'kenapa', saat aku sedang hancur." Jehan tahu hidupnya sudah ditentukan oleh waktu yang menipis. Sebagai anak sulung dengan Leukemia yang diam-diam menggerogoti raganya, tugas utamanya adalah memastikan Senja-adiknya-tidak pernah melihat kakaknya menangis. Ia adalah pahlawan tanpa jubah bagi keluarganya, pilar yang kokoh meski sebenarnya sedang keropos. Namun, ada satu titik di mana pilar itu tak mampu lagi menopang langit. Saat ambang pintu rumah sakit menjadi satu-satunya dunia yang ia kenal, Jehan mulai mempertanyakan: apakah membohongi orang-orang yang dicintai benar-benar sebuah perlindungan, atau justru penghalang untuk benar-benar dicintai sebelum ia pergi? Sebuah perjalanan emosional tentang penerimaan, beban ekspektasi, dan arti sesungguhnya dari sebuah perpisahan. #No Romance, Just Angst
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#421
sakuya
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BETWEEN SPIROMETRY AND US [ END ] ✔️
  • Keluarga Hampir Cemara
  • Sanctuary
  • ligh pradipta
  • Wardhana Triplets
  • Dunia Yuffa
  • Gnossienne.
  • Halve Leven
  • Samudra
  • ᴜɴsᴘᴏᴋᴇɴ ɢᴏᴏᴅʙʏᴇ

Oshea selalu hidup dengan angka. Saturasi oksigen. Kapasitas vital paru. Persentase harapan. Sebagai penderita cystic fibrosis, rumah sakit bukan tempat asing baginya. Ia mengenal lorongnya, mengenal suara monitornya, bahkan mengenal cara membuat para suster menghela napas kesal. Termasuk satu dokter yang terlalu serius untuk digoda. Dr. Eleanor Hayes, hanya ingin melakukan pekerjaannya dengan baik. Ia tidak punya waktu untuk pasien remaja yang keras kepala, terlalu banyak bercanda, dan selalu tersenyum bahkan saat paru-parunya perlahan menyerah. Namun di antara spirometri dan sesi fisioterapi dada, di antara batuk panjang dan tawa kecil yang dipaksakan, mereka menemukan sesuatu yang tumbuh pelan. Sesuatu yang tidak tercatat di rekam medis. Ini bukan hanya kisah tentang penyakit. Ini tentang belajar bernapas kembali. Tentang langkah pertama di lorong rumah sakit. Tentang harapan yang datang tidak dengan ledakan besar, melainkan dengan satu tarikan napas yang terasa lebih ringan dari biasanya. Dan mungkin... tentang dua orang yang tanpa sadar saling menyembuhkan. A story about borrowed lungs and borrowed time.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan