Oshea selalu hidup dengan angka. Saturasi oksigen. Kapasitas vital paru. Persentase harapan. Sebagai penderita cystic fibrosis, rumah sakit bukan tempat asing baginya. Ia mengenal lorongnya, mengenal suara monitornya, bahkan mengenal cara membuat para suster menghela napas kesal. Termasuk satu dokter yang terlalu serius untuk digoda. Dr. Eleanor Hayes, hanya ingin melakukan pekerjaannya dengan baik. Ia tidak punya waktu untuk pasien remaja yang keras kepala, terlalu banyak bercanda, dan selalu tersenyum bahkan saat paru-parunya perlahan menyerah. Namun di antara spirometri dan sesi fisioterapi dada, di antara batuk panjang dan tawa kecil yang dipaksakan, mereka menemukan sesuatu yang tumbuh pelan. Sesuatu yang tidak tercatat di rekam medis. Ini bukan hanya kisah tentang penyakit. Ini tentang belajar bernapas kembali. Tentang langkah pertama di lorong rumah sakit. Tentang harapan yang datang tidak dengan ledakan besar, melainkan dengan satu tarikan napas yang terasa lebih ringan dari biasanya. Dan mungkin... tentang dua orang yang tanpa sadar saling menyembuhkan. A story about borrowed lungs and borrowed time.
Detail lengkap