
"Loh? Aku dimana?" Aku terkejut jua sangat kebingungan dengan keadaanku setelah membuka kelopak mata. Sulit untuk aku cerna dengan pikiran. Aku melihat sekeliling tempat , yang kurasa tempat ini sangatlah tidak asing. Karena aku pernah kesini. "Kenapa aku tiba-tiba ada disini?" aku melihat ke arah celanaku meyakinkan diri bahwa benar ada ponsel , aku merogoh saku celana tersebut . Mataku kembali terbelakak melihat tanggal yang tertera dilayar ponsel. Aku masih terheran-heran. Aku menggosok kedua mataku dengan punggung tangan perlahan, latar tempat masih sama; tidak berubah. Aku mencoba lagi mencubit kuat tangan kiriku berharap bahwa ini hanyalah mimpi. Namun tetap sama dan terasa sakit. "Aw sakit! Wah gila ini beneran?! Inikan 100 hari sebelum aku pergi? Kenapa bisa? Dan bukannya aku mati?" Aku menangis, aku bingung harus bagaimana lagi menghadapi hidupku. Apa maksudnya dengan semua ini? Apakah aku dihidupkan kembali? Tuhan, kenapa? Ditengah kebingunganku, aku dikejutkan kembali oleh kehadiran sahabatku yang menepuk pundak menandakan kedatangannya kemudian dia kebingungan. "Kok lu nangis? Kenapa? Gue baru dateng udah disuguhi air mata. Minimal kopi. Kenapa? Sini-sini gue peluk." Aku tidak menggubris candaannya, hanya berlari ke pelukannya dengan derai air mata. Aku tidak bisa menjelaskan padanya apa yang tengah terjadi saat ini. Akupun masih tak mengerti dan tak menyangka akan mengalami hal seperti ini ? Hal yang hanya ada di dunia fiksi, layaknya novel ataupun drama. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana aku bisa mengakhirinya atau menjalaninya? Cara apa lagi? Aku sudah bingung dengan semua keadaanku yang menyedihkan dan juga menyebalkan. Bagaimana bisa tuhan masih membuat aku harus menjalani hidup lagi , disaat aku saja sudah tidak sanggup untuk hidup. - Amerta Widiwasa Update setiap hari Senin, yuk di intip ceritanya 🫶🏻 jangan lupa vote dan komen ya! Selamat membaca💜All Rights Reserved