We Were One Too Many

We Were One Too Many

  • WpView
    Membaca 474
  • WpVote
    Vote 59
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 7, 2026
KITA adalah kata yang seharusnya menggambarkan dua orang. Namun, bagaimana jika "KITA" yang dimaksud di sini bukan lagi dua, melainkan tiga? Entah bagaimana awal dari semua ini, hingga "KITA" yang seharusnya hanya milik dua hati kini menjadi kerumitan tiga jiwa. Apakah salah satu dari mereka akan mampu menerima dengan lapang dada, atau justru memilih pergi dan menghilang? Dia tidak menyadari bahwa selama ini ia menggenggam dua tangan sekaligus. Dan ketika salah satu tangan itu mulai melepaskan diri, ia tetap berusaha menggenggam erat - seolah takut kehilangan keduanya sekaligus.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#411
jeno
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Teleportasi Silverscale
  • STALKER ; LTY&JK
  • Scentbound
  • Kemal Putra I. - Jisyong
  • A Throne Made of Gold and Lies || end ||
  • Si Manja milik Jeno
  • AmeLio
  • JUST WE ARE
  • True Friend (Lalisa - Lee Jeno)
  • Ritrovarsi Ancora

Kaviera, seorang gadis muda yang tumbuh tanpa orang tua di tengah hiruk-pikuk kota besar, menjalani hidupnya dengan penuh perjuangan. Siang dan malam ia bekerja tanpa lelah, hanya untuk bertahan di dunia yang tak pernah memberinya keleluasaan untuk bermimpi. Namun, ketika kehidupan semakin menyesakkan dan tekanan yang ia hadapi mencapai puncaknya, sesuatu yang tak terduga terjadi. Di suatu malam yang sunyi, di dalam kamar kecilnya yang suram, Kaviera menemukan sebuah cermin yang memancarkan cahaya keperakan. Cermin itu berkilauan seperti tertutup sisik perak yang hidup. Tanpa sempat berpikir panjang, ia meraih permukaannya-dan seketika itu juga, tubuhnya terhisap ke dalam pusaran angin tersebut. Ketika kesadarannya kembali, Kaviera mendapati dirinya berada di tempat yang asing-sebuah dunia dari abad ke-3 yang jauh dari peradaban yang ia kenal. Bangunan kastil menjulang tinggi, orang-orang berpakaian seperti para bangsawan dan prajurit kuno, serta udara yang terasa berbeda. Dunia baru ini penuh dengan keajaiban, bahaya, dan rahasia yang menanti untuk diungkap. Di tengah kebingungannya, Kaviera menyadari bahwa cermin itu bukanlah sekadar benda biasa. Namun, apakah Kaviera benar-benar siap menghadapi takdir yang telah menantinya di masa lampau? Atau akankah ia terjebak selamanya di era yang bukan miliknya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan