Tahun ajaran baru di SMA Arvenwell membawa banyak hal baru. Salah satunya-Arel Evandra, siswa pindahan yang tenang, kalem, dan menyimpan luka dalam. Seorang omega yang tinggal sendiri karena kedua orang tuanya bekerja di luar negeri selama lima tahun ke depan. Di balik sikapnya yang mandiri dan tertutup, Arel adalah atlet taekwondo yang menyukai ketenangan... sampai ia bertemu Zayan Mahendra.
Zayan bukan sekadar siswa OSIS yang disegani dan jago main gitar. Ia adalah alpha yang tampak sempurna di mata semua orang-berwibawa, pintar bicara, dan selalu menarik perhatian. Tapi di balik karisma itu, Zayan menyimpan sisi posesif dan rasa ingin memiliki yang tak bisa dijelaskan. Dan sejak tatapan pertamanya jatuh pada Arel, segalanya berubah.
Selama masa orientasi (MPLS), Zayan mulai mengamati Arel secara diam-diam-menaruh perhatian, memberi perlindungan terselubung, dan menciptakan ruang di mana hanya mereka berdua yang mengerti satu sama lain. Semakin hari, perasaan Zayan berubah menjadi obsesi, dan Arel yang awalnya menjaga jarak... mulai goyah.
Namun, ketika batas antara perhatian dan kepemilikan mulai kabur, akankah Arel tetap merasa aman di sisi Zayan?
Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang dominasi, pengendalian, dan ikatan tak kasat mata antara seorang alpha yang tak bisa berhenti menginginkan... dan seorang omega yang mulai belajar menyerah.
Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya.
Namun, malam itu mengubah segalanya.
Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan.
Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah.
"Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis.
"Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh.
Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.