Backstreet

Backstreet

  • WpView
    Reads 1,939
  • WpVote
    Votes 272
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 8, 2025
Tak ada tangan yang digenggam, tak ada nama yang disebut. Cinta mereka tumbuh dalam diam, dalam tatapan yang pura-pura tak saling lihat. Jennie dan Taehyung, dua dunia yang terlalu jauh untuk disatukan, tapi terlalu sulit untuk dilepaskan. Mereka sepakat untuk tetap tersembunyi, menyulam rasa di balik senyap, mencintai tanpa jejak, dan perlahan... mereka belajar, bahwa cinta yang disembunyikan kadang menyakitkan lebih dari yang ditunjukkan. Cinta mereka tumbuh di balik sorot mata yang pura-pura tak saling kenal, di balik lorong sekolah yang penuh rahasia. Tak ada yang tahu. Tak satu pun. Karena itu kesepakatan mereka berdua-untuk mencintai tanpa suara, untuk memiliki tanpa harus terlihat. Dan mungkin... justru di sanalah luka itu perlahan lahir.
All Rights Reserved
#49
rubyjane
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad
  • Stand by Me
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines