As If We Were Strangers [END]

As If We Were Strangers [END]

  • WpView
    OKUNANLAR 64,913
  • WpVote
    Oylar 6,115
  • WpPart
    Bölümler 25
WpMetadataReadTamamlanmış Hikaye Paz, Eyl 28, 2025
WpInfo
Kurgu
Sosyal Temalar
Reşitlik Dönemi
Aile Hayatı
【 Brothership 】 Sejak ayahnya meninggal, Sanka seperti kehilangan pijakan. Belum sempat berdamai dengan rasa kehilangan itu, ia dibawa ibunya ke rumah keluarga baru yang terasa asing. Mereka bersikap baik, menerima kehadirannya tanpa syarat, namun di dalam hati Sanka merasa seolah menempati tempat yang bukan miliknya. Ia tahu rumah ini adalah rumah ibunya sekarang, dan orang-orang di dalamnya bukan orang jahat. Tetapi ingatan masa kecilnya tentang ibu yang pernah pergi meninggalkannya membuat rasa canggung itu tak pernah benar-benar hilang. Baginya, kehangatan yang ditawarkan keluarga baru ini terasa terlalu jauh untuk digapai, seperti cahaya yang ia lihat tetapi tak bisa ia sentuh. Di sekolah, di rumah, bahkan saat mereka tertawa bersama, Sanka tetap merasa seperti tamu yang menunggu waktu untuk pergi. Ia tidak tahu apakah suatu hari nanti rasa itu akan hilang, atau justru semakin mengakar, menahannya di ambang pintu keluarga yang belum sepenuhnya ia yakini.
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Best Father Ever
  • LILBROTHER 2
  • [END] ALRIEL
  • A Silent Sky [END]
  • HIRAETH
  • When I was Your Scar (fin)
  • 11-17 The Adhitama
  • DEEP (Ver. Happy)
  • HAZKI ; Danendra's Little Angel [✓]
  • Sea (n) Sky [End✅]

"Berapa harga yang harus dibayar atas sebuah kebahagiaan?" Alen selalu datang kepada Agam dalam kondisi yang jauh dari kata baik. Tubuh kecilnya selalu membawa jejak luka yang masih basah, sementara senyum di wajahnya selalu terukir untuk menutupi semua rasa sakit yang bersemayam dalam daksanya. la baru berusia empat belas tahun, namun dunia sudah memperlakukannya dengan kejam. Agam tahu, tak seharusnya anak sekecil Alen mengenal rasa sakit sedalam itu, baik secara fisik maupun mental. Namun entah bagaimana caranya, Alen selalu datang padanya dengan senyum secerah sinar matahari, seolah sedang melawan dunia yang terus menerus meremukkannya tanpa ampun. Dan di balik semua itu, Agam yang tadinya hanya seorang dokter bagi Alen perlahan pandangannya pun berubah. Ia ingin menjadi lebih dari itu. Ia ingin menjadi tempat pulang bagi Alen, lebih tepatnya ia ingin menjadi ayah Alen. [SICKLIT, FAMILYSHIP, ANGST] ⚠️TW‼️ABUSIVE PARENTS, VIOLENCE, BULLYING, PAINFULL DISSORDER, MENTAL ILLNES‼️ IF YOU HAVE DISTURBANCE WITH THIS HASHTAG, PLEASE DONT READ IT‼️ © OASALAX, 2025 start: April 2025 end:

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi